Gran Melia_11Dec2014 (A)Ibu Reggy Suriadjaja dari owning company PT. Suryalaya Anindhita International bersama Bapak Jim Boyles, General Manager Gran Melia Jakarta memberikan Gingerbread House sebagai tanda kasih kepada pianis, Bapak David Senas.


 

Memasuki bulan Desember, hotel Gran Melia Jakarta mengadakan acara Christmas Tree Lighting, yaitu acara dimana saat pertama kali lampu-lampu yang menghiasi pohon Natal dinyalakan. Acara yang menjadi suatu tradisi yang dirayakan setiap tahun di hotel Gran Melia Jakarta diselenggarakan pada Kamis 4 Desember 2014 dimulai pada pukul 18.30 di Lobby Hotel. Acara dibuka dengan penampilan dari 30 anak-anak dari Paduan Suara Anak Indonesia (PSAI) yang membawakan lagu-lagu ceria bernuansa Natal dengan alunan melodi dan harmonisasi yang indah. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari General Manager Gran Melia Hotel Jakarta, Jim Boyles yang kemudian menekan tombol dan melakukan penyalaan lampu di pohon natal untuk pertama kalinya di tahun 2014 dalam menyambut Natal.

Di acara ini Mr. Jim Boyles memberikan penghargaan kepada Bapak David Senas yang bekerja di Gran Melia Jakarta sebagai pianis selama hampir 10 tahun, meskipun telah berusia 75 tahun. Setiap hari bekerja mulai pukul 12 siang hingga 3 sore, denting piano yang mengalunkan lagu-lagu indah terdengar di lobby hotel dari permainan piano Bapak David, memberikan suasana nyaman, menyambut setiap tamu yang datang memasuki pintu depan hotel. Kue kering khas Natal yaitu Ginger Bread House ukuran 20cm, sebagai tanda kasih dari seluruh karyawan Gran Melia Jakarta kepada Bapak David, diserahkan secara simbolis oleh Mr. Jim Boyles pada kesempatan ini. Khusus di acara Christmas Tree Lighting ini, Bapak David menampilkan 3 lagu yang berjudul Christmas Eve Glow, What Child is This dan Have Yourself a Merry Little Christmas berduet dengan pemain Saxophone Bapak Lee il Ha, salah satu kawan bermain musik Pak David dari Korea, yang telah lama tinggal di Jakarta.Melengkapi kebersamaan antara para karyawan Gran Melia Jakarta bersama para tamu undangan yang terdiri dari kalangan duta besar, rekanan bisnis dari berbagai perusahaan, travel agent,  berfoto bersama dalam kemeriahan gemerlapnya pohon Natal yang lampunya kini telah dinyalakan. Penampilan anak-anak dari Paduan Suara Anak Indonesia (PSAI),  menutup acara Christmas Tree Lighting, yang penuh suasana keakraban sambil menikmati jamuan cocktail yang bertemakan Natal.

Profil Pianis Hotel Gran Melia Jakarta: Bapak David Wenas

Bagi Bapak yang sudah menginjak usia yang ke 75 ini, musik sudah menjadi bagian dalam kehidupannya, terutama instrumen piano baik itu lagu pop maupun lagu klasik. Namun demikian, di balik kemampuannya dalam bermain piano , ternyata Bapak yang menikah di usia 39 tahun ini bukan lulusan akademisi di bidang musik dan tidak pernah menempuh pendidikan formal di bidang musik. “Pendidikan musik saya terbatas pada les privat piano selama 4 tahun saja mulai usia 11 tahun. Kemudian guru musik saya, meneer Leo van Tienen, pergi ke Belanda dan kelanjutan pendidikan musik saya terhenti”, kata Pak David.

Sebagai alumnus Sarjana Teknik Mesin, Institut Teknologi Bandung, sebelum berkarya sebagai seorang pianis, Bapak kelahiran Febuari tahun 1939 tersebut pernah bekerja di PT Astra International, Honda Sales Operation, sebagai Service Division. Ketika memasuki masa pensiun di usia yang ke 55, hal tersebut tidak lantas membuat Pak David berhenti berkarya.

“Saya mencoba untuk memanfaatkan kemampuan saya bermain piano untuk berkarya. Saya menyadari sepenuhnya bahwa seorang pianis profesional harus dapat memainkan musik yang ‘menyenangkan dan enak didengar’.Oleh karena itu saya coba memperbaiki permainan piano saya dari sekedar ‘baik’ menjadi ‘menyenangkan dan enak didengar’. Ini memerlukan waktu cukup lama. Pada awalnya lamaran-lamaran saya untuk bermain piano di hotel-hotel berbintang tidak pernah membuahkan hasil. Pada umumnya, hotel-hotel itu tidak menerima saya sebagai pianis karena faktor usia saya. Akhirnya pada tahun 2003, untuk pertama kali saya diterima sebagai pemain piano di Allessandro Nannini Café. Dan pada Maret 2004 saya memberanikan diri untuk menjajaki hotel bintang lima, dan akhirnya hotel Gran Melia Jakarta yang mengapresiasi permainan piano saya,“ ucap Pak David.

“Kebanyakan orang yang mendengarkan permainan saya bersikap apresiatif, bahkan mereka sering melontarkan pujian. Ini memberikan peneguhan kepada saya bahwa musik saya berada pada ‘jalur yang benar’. Hal inilah yang setiap hari memberikan semangat pada setiap permainan saya,”kata Pak David.

Kesuksesan Pak David tidak terlepas dari sosok inspiratif yang memotivasinya dalam bermain piano. Pianis yang mengilhami permainan piano Pak David adalah Emile Pandolfi dan Roger Williams, sedangkan untuk komponis idola Pak David adalah Mark Hayes (lagu2 rohani) dan Yasutoshi Inamori (lagu2 pop dan tradisional). Pak David juga memberikan tips-tips bagi para pianis muda untuk mengembangkan karirnya yaitu tertarik pada musik dan menyukainya, melatih musik yang dimainkannya berulang-ulang untuk menyempurnakan kemahiran jari-jari untuk bermain musik, sering mencoba lagu baru untuk melatih kemampuan membaca not balok dengan sempurna dan cepat, mendengarkan cara membawakan sebuah lagu dari pianis-pianis ternama kemudian mencoba untuk menjiwai ketika membawakan lagu tersebut.

For press contact:
Ratna Sjamsiar Idris
Director of Marketing Communications
Ph. +62 21 5268080

 

Comments are closed.



Statistical data collected by Statpress SEOlution (blogcraft).